jpnn.com, JAKARTA - PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) melalui anak perusahaannya, PT Bias Petrasia Persada, mencatatkan kinerja operasional positif dari Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Cicatih sepanjang 2025.
Pembangkit tersebut berhasil membukukan produksi listrik tertinggi sejak mulai beroperasi secara komersial pada 2019.
Berdasarkan data operasional perusahaan, total produksi listrik PLTM Cicatih pada 2025 mencapai 37.679.000 kilowatt hour (kWh).
Capaian ini melampaui rekor sebelumnya pada 2022 sebesar 35.493.570 kWh dan meningkat 17,22 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat 32.143.710 kWh.
Selain mencatatkan rekor tahunan, PLTM Cicatih juga membukukan rata-rata produksi bulanan tertinggi sepanjang masa operasionalnya, yakni sebesar 3.139.917 kWh per bulan pada 2025.
General Manager Renewable Energy PT Resource Alam Indonesia Tbk, Sumarwoto, menyebut pencapaian tersebut didukung oleh efisiensi dan keandalan operasional pembangkit, serta kondisi debit air yang optimal di aliran Sungai Cicatih, Sukabumi, Jawa Barat.
“Peningkatan produksi ini merupakan hasil dari pengelolaan pembangkit yang efisien, perawatan yang konsisten, serta dukungan ketersediaan debit air yang stabil sepanjang tahun,” ujar Sumarwoto dalam keterangannya, Jumat (30/1).
PLTM Cicatih memiliki kapasitas terpasang sebesar 2 x 3,2 megawatt (MW) dan berlokasi di Kecamatan Cicatih, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.












































