jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kependudukan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memulai langkah transformasi besar, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bangga Kencana Tahun 2026 yang digelar Jumat (13/2) di Jakarta.
Mengusung tema "Transformasi Kemendukbangga/BKKBN Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045", Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan kementerian kini bertransformasi menjadi Policy Driver, Integrator, dan penyedia data keluarga tunggal yang akurat sebagai fondasi seluruh intervensi program nasional.
Wihaji juga menyoroti momentum krusial Bonus Demografi Indonesia yang diperkirakan akan berakhir pada 2040.
"Kita memiliki waktu terbatas. Jika ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan mewujudkan Indonesia Emas, kuncinya ada pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimulai dari dalam rumah," kata Wihaji.
Dia mengungkapkan pihaknya kini hadir dengan lima pendekatan yang lebih humanis dan solutif melalui lima program prioritas yang menyentuh berbagai lapisan generasi.
Pendekatan yang pertama ialah GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), yang merupakan sebuah kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keluarga rentan stunting mendapatkan nutrisi dan pendampingan yang tepat.
Pendekatan kedua, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang menyediakan daycare terstandardisasi di lembaga pemerintah dan swasta guna mendukung orang tua bekerja tanpa mengesampingkan tumbuh kembang anak.
Ketiga, GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) untuk menjawab fenomena fatherless di Indonesia dengan mengoptimalisasi peran ayah dalam pengasuhan anak.










































