jpnn.com - Laporan Gold Demand Trends Q2 2026 dari World Gold Council mencatat total permintaan emas global relatif tidak berubah di angka 1.269 ton.
Secara kumulatif, permintaan emas sepanjang semester pertama 2026 meningkat 2% secara tahunan menjadi sekitar 2.522 ton.
Nilai total permintaan emas dunia pada paruh pertama tahun ini tercatat mencapai angka USD 86 miliar.
Total pasokan emas pada kuartal kedua terpantau stabil di angka 1.269 ton, akibat dinamika produksi tambang dan daur ulang yang berlawanan.
Produksi tambang global diperkirakan naik 2% menjadi 966 ton berkat tambahan pasokan dari negara Kanada dan Chile.
Sebaliknya, pasokan emas dari hasil daur ulang justru merosot 6% di tengah kondisi harga emas yang masih tergolong tinggi.
Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks di World Gold Council, Shaokai Fan menyatakan Indonesia kembali menjadi salah satu pasar emas dengan kinerja investasi terkuat secara global.
Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia melonjak hingga 40%, meskipun tren kenaikan harga mulai melandai.















.jpeg)


























