jpnn.com, SUMSEL - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebutkan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dirasakan manusia, melainkan satwa liar yang tidak bisa meminta pertolongan.
Hal demikian disampaikan Raja Juli ketika mengunjungi Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan di Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (17/9).
“Dampak karhutla ini tidak hanya kepada manusia, tapi makhluk hidup yang lain yang kebetulan mereka adalah makhluk hidup yang vulnerable terhadap karhutla,” ujar Menhut dalam keterangan persnya dikutip, Sabtu (19/9).
Raja Juli menuturkan satwa liar memiliki keterbatasan dalam menyampaikan kondisi mereka ketika menghadapi ancaman Karhutla.
"Mereka makhluk hidup yang tidak bisa meminta tolong, ya. Meminta, memberikan aba-aba SOS dan lain sebagainya. Berbeda dengan manusia,” katanya.
Menhut pun memerintahkan jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di berbagai wilayah untuk turut memperkuat perlindungan satwa liar di tengah penanganan karhutla.
Menurut Raja Juli, penyelamatan satwa liar perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman api oleh petugas lapangan.
"Berjuang memadamkan api itu penting, tetapi tak kalah penting itu memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” ujar ujar eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu.

















































