jpnn.com - Polisi mengamankan dan memeriksa sampel makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke laboratorium forensik (labfor), guna mengecek kandungan dalam makanan yang dibagikan kepada santri Pondok Pesantren Al Askar 03 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau menyebut selain mengambil sampel makanan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait.
"Tim telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya diperiksa di Labfor. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan SPPG Watubangga," kata Welliwanto Malau, Sabtu (19/9/2026).
Pemeriksaan yang dilakukan kepolisian tidak hanya berfokus pada sampel makanan yang dikonsumsi para santri, melainkan juga menyasar pihak-pihak yang terlibat dalam rantai penyediaan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan program MBG tersebut.
Welliwanto Malau mengungkapkan bahwa kejadian para santri yang dirujuk ke Puskesmas usai menyantap MBG tersebut terjadi pada, Jumat (18/9) malam.
Sebanyak 58 santri yang terdampak langsung dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kota Kendari Fadilah Rizka, makanan yang dikonsumsi para santri dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga yang berlokasi di Jalan Kapten Pierre Tendean, di bawah pengelolaan Kepala SPPG Sabdi Rasyid.
Menindaklanjuti hal itu, Kapolresta Kendari bersama jajaran dan instansi terkait, seperti Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Evi serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, mendatangi fasilitas kesehatan untuk mengecek kondisi korban sekaligus meninjau lokasi dapur SPPG Watubangga.

















































