Perjuangan Wisudawan UMSURA, Pernah Hidup Sulit saat Koas Kini Pimpin Klinik di Ende

5 hours ago 24

Senin, 01 Juni 2026 – 18:30 WIB

Perjuangan Wisudawan UMSURA, Pernah Hidup Sulit saat Koas Kini Pimpin Klinik di Ende - JPNN.com Jatim

dr Muhamad Ibrahim Sengaji pernah menjadi marbot masjid demi bertahan hidup saat kuliah kedokteran, kini memimpin Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende di Flores. Foto: Humas UMSURA

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di balik jas putih yang kini dikenakannya, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang anak Flores yang pernah menjadi marbot masjid demi bertahan hidup selama menempuh pendidikan kedokteran.

Dialah dr Muhamad Ibrahim Sengaji, mahasiswa Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) yang kini dipercaya menjadi Direktur Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pria yang akrab disapa Baim itu lahir di Larantuka, Flores Timur, 4 Maret 1990. Dia tak pernah membayangkan suatu hari akan menjadi dokter sekaligus memimpin fasilitas kesehatan di kampung halamannya. Perjalanan menuju titik tersebut jauh dari kata mudah.

Baim mengawali pendidikan di SD Katolik Kemiri Boru, Flores Timur. Setelah itu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Wulanggitang sebelum merantau ke Jawa Timur untuk bersekolah di SMA Darul Ulum Jombang.

Tekad menjadi dokter membawanya melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, dia melanjutkan studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) di UMSURA

Saat menjalani masa koas, Baim pernah berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Untuk menghemat biaya hidup, dia menjadi marbot masjid. Setiap hari dirinya membersihkan masjid dan mengumandangkan azan. Sebagai gantinya, dia mendapatkan fasilitas makan yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Waktu itu saya hanya berpikir bagaimana bisa terus bertahan dan menyelesaikan pendidikan. Apa pun yang bisa dilakukan secara halal akan saya lakukan," ungkap Baim, Senin (1/6).

Kisah inspiratif dr Muhamad Ibrahim Sengaji. Pernah menjadi marbot masjid demi bertahan hidup saat kuliah kedokteran kini memimpin klinik di Ende.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |