jpnn.com, JAKARTA - PepsiCo dan National Geographic Society mengumumkan pendanaan untuk lima riset pertanian baru di sejumlah negara, termasuk Indonesia, dalam program global Food for Tomorrow.
Salah satu proyek dari Indonesia menyoroti pengembangan pertanian regeneratif berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memulihkan lahan terdegradasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Program di Indonesia dipimpin National Geographic Explorer Al Greeny S. Dewayanti melalui proyek LIFE (Land Innovation for Food & Empowerment).
"Proyek ini mengembangkan pendekatan pertanian regeneratif dengan sistem tumpang sari jagung dan sacha inchi di lahan yang mengalami degradasi," kata Dewayanti, Jumat (10/4).
Sacha inchi merupakan tanaman penghasil biji bernutrisi tinggi yang dikenal kaya kandungan omega 3, 6, dan 9.
Dalam proyek ini, sistem tumpang sari dipadukan dengan analisis DNA tanah dan aplikasi berbasis AI untuk membantu memulihkan kesehatan lahan, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang peningkatan pendapatan petani.
Pendekatan tersebut tengah diuji untuk melihat sejauh mana model itu mampu menjawab persoalan malnutrisi sekaligus memperbaiki kualitas tanah.
Hasil panen multikomoditas dari sistem ini diperkirakan dapat membantu memenuhi kebutuhan hingga 80 persen keluarga di kawasan Labuan Bajo.








































