bali.jpnn.com, DENPASAR - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan sektor pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Lebih dari 70 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung bersumber dari sektor pariwisata, khususnya pajak hotel dan restoran.
Investasi di Kabupaten Badung juga mengalami peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir yang didominasi sektor pariwisata.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, Kabupaten Badung juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti kemacetan, banjir, ketersediaan air bersih, hingga persoalan sampah.
Berdasar data terakhir, volume timbulan sampah di Kabupaten Badung mencapai sekitar 876,1 ton per hari, dengan lebih dari 40 persen sampah non-rumah tangga berasal dari sektor hotel, restoran dan kafe (Horeka).
Bupati Adi Arnawa menjelaskan saat ini total sampah yang sudah berhasil terkelola mencapai sekitar 661 ton per hari, sementara sekitar 215 ton per hari masih belum tertangani secara optimal.
Mantan Sekda Badung ini juga menyampaikan bahwa pengiriman sampah ke TPA Suwung mengalami penurunan dari 298 ton per hari menjadi 203 ton per hari selama periode Januari hingga April 2026.
Menurutnya, Pemkab Badung terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber.













.jpeg)


























