jpnn.com, JAKARTA - Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mendorong adanya perlindungan khusus bagi produk lokal, terutama untuk pengusaha UMKM di platform marketplace.
Hal ini menyusul para pelaku UMKM yang baru-baru ini mengeluhkan tingginya biaya administrasi hingga logistik yang dikenakan oleh e-commerce.
“Dalam hal insentif, Kementerian UMKM harus memberikan treatment yang berbeda antara produk lokal dan produk impor,” kata Huda saat dihubungi di Jakarta, Jumat (8/5).
Dia mengatakan saat ini produk UMKM lokal mengalami persaingan yang sulit dengan banyaknya produk impor yang diperjualbelikan di marketplace.
Selain itu, tingginya potongan oleh platform juga semakin menimbulkan tantangan baru untuk melanjutkan bisnis di platform perdagangan digital tersebut.
“Sudah sering saya sampaikan sebagian besar barang yang dijual di e-commerce itu adalah barang impor. Maka, barang lokal perlu perlindungan, salah satunya dari sisi biaya logistik,” ujar Huda.
Salah satu hal yang bisa dimulai oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan produk UMKM di marketplace adalah melakukan tagging barang sesuai dengan tempat produksinya (made in).
“Kebijakan tagging ini juga tidak pernah dilakukan padahal ini penting untuk dijadikan data rujukan pembuatan kebijakan,” jelas dia.
















.jpeg)


























