Pengamat Soroti Kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026: Datang Lebih Awal, Pulang Lebih Cepat

5 hours ago 17

 Datang Lebih Awal, Pulang Lebih Cepat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ekspresi kekecewaan Jonatan Christie seusai gagal menyumbangkan poin untuk tim beregu putra Indonesia di Thomas Cup 2026 di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4) malam WIB. Foto: Humas PP PBSI

jpnn.com - Perjalanan tim beregu putra Indonesia pada Thomas Cup 2026 berakhir tragis seusai tersingkir di fase grup.

Fajar Alfian dan kolega harus angkat koper seusai takluk 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup D yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026) malam WIB.

Hasil tersebut membuat langkah Indonesia terhenti setelah kalah bersaing dengan Thailand dan Prancis yang berhak melaju ke babak perempat final.

Pengamat bulu tangkis Broto Happy Wondomisnowo menyayangkan hasil yang diraih tim Merah Putih di ajang Thomas Cup 2026.

Pria kelahiran 26 September 1963 itu menilai persiapan Indonesia sebenarnya sudah dilakukan jauh hari dengan berangkat lebih awal ke Denmark untuk beradaptasi dan mematangkan strategi.

Namun, langkah tersebut ternyata belum mampu membuahkan hasil maksimal karena penampilan tim putra Indonesia masih jauh dari ekspektasi.

"Sedih sejujurnya melihat kegagalan tim beregu putra Indonesia di Thomas Cup 2026. Selama ini Indonesia merupakan raja Piala Thomas dengan 14 gelar."

"Sejarahnya agak kelam karena Indonesia tersingkir di fase grup. Uniknya itu terjadi ketika mereka berangkat lebih awal, tetapi juga pulang lebih cepat," ujar pria berakronim BHW itu saat dihubungi JPNN.com, Rabu (29/4).

Pengamat bulu tangkis Indonesia, Broto Happy Wondomisnowo menyayangkan hasil yang diraih tim beregu putra Indonesia di ajang Thomas Cup 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |