Pemuda Muhammadiyah: Polri Tidak Perlu di Bawah Kementerian

1 week ago 48

 Polri Tidak Perlu di Bawah Kementerian

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat Apel Akbar KOKAM di Yogyakarta, Minggu (20/7/2025). Foto: KOKAM

jpnn.com - Sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak wacana Polri di bawah kementerian dinilai sebagai bukti komitmen kepolisian untuk bekerja efisien mendukung program pemerintah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menilai dengan berada langsung di bawah Presiden, kerja Polri akan lebih efektif dan efisien karena tidak harus melalui rantai birokrasi yang panjang.

"Posisi tersebut juga menjaga independensi Polri agar tidak mudah ditarik ke dalam kepentingan politik tertentu," kata Dzulfikar di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dzulfikar menjelaskan dengan sistem komando terpusat saat ini, Polri terbukti menjadi institusi yang cepat dalam mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Misalnya, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Polri menjadi institusi terdepan dalam mendukung program prioritas Presiden tersebut.

"Jadi, tidak perlu lagi di bawah kementerian, kita semua toh tau kementerian terlalu birokratis, kita butuh Polri yang cepat," ujarnya.

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu juga menilai sikap penolakan yang disampaikan oleh Jenderal Listyo sebagai bagian komitmen untuk memperteguh pelayanan polri kepada masyarakat.

"Jelas sikap yang berani untuk berkomitmen kepada pelayanan masyarakat, ini sikap yang rasional perlu kita dukung," kata dia.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menilai Polri tidak perlu berada di bawah kementerian. Begini argumentasinya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |