jogja.jpnn.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Rapat Koordinasi Forkopimkap menjelang pemilihan lurah 2026.
Ada 30 kalurahan di Bantul yang akan menyelenggarakan pemilihan lurah serentak tahun ini.
Rapat tersebut membahas kesiapan dalam pelaksanaan pemilihan lurah dan langkah mitigasi potensi kerawanan selama tahapan pemilihan berlangsung nantinya.
Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto, penting untuk memitigasi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) menjelang pemilihan.
"Terkait dengan hal itu kami semuanya memang harus kompak termasuk jajaran kapanewon, forkopimkap, ini untuk juga menyamakan tentang data," katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul, Afif Umahatun menilai pengamanan dan pengawasan perlu dilakukan secara intensif pada tahapan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
“Waktu-waktu rawan penetapan calon, masa kampanye, hari tenang, hari pemungutan suara. Jadi, ini perlu kami kawal bersama,” kata Afif.
Adapun tahapan pemungutan suara akan dilaksanakan pada 4 Oktober mendatang. (mcr25/jpnn)













































