jogja.jpnn.com, SLEMAN - Kebanggaan tengah menyelimuti publik Bumi Sembada. Menjelang berakhirnya kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, dua pilar utama PSS Sleman resmi masuk dalam bursa penghargaan terbaik yang dirilis oleh operator liga. Striker tajam Gustavo Tocantins dan juru taktik Ansyari Lubis kini bersaing ketat untuk membawa pulang trofi individu paling bergengsi musim ini.
Di kategori Best Player, nama Gustavo Tocantins muncul sebagai salah satu kandidat kuat. Pemain asal Brasil itu dinilai menjadi nyawa bagi lini serang Laskar Sembada sepanjang musim.
Pergerakannya yang eksplosif dan ketajamannya di depan gawang lawan menjadikannya sosok pembeda di setiap laga krusial.
Tocantins tercatat sudah mencetak 22 gol dan berpeluang menambah pundi golnya saat perebutan gelar juara Championship 2025/2026 melawan Garudayaksa pada Sabtu (9/5).
Namun, jalan Gustavo tidaklah mudah. Ia harus bersaing dengan empat nama besar lainnya, seperti Asir Asiz (PSPS Pekanbaru), Bima Ragil (Deltras FC), Adilson Silva (Adhyaksa FC), dan Diego Dall’Oca (Sumsel United).
Kontribusi Tocantins tidak hanya soal angka di papan skor, tetapi juga kemampuannya menjadi pemimpin teknis yang mengangkat mentalitas tim saat berada dalam tekanan.
Tak hanya di dalam lapangan, kesuksesan PSS Sleman musim ini juga tak lepas dari tangan dingin sang nakhoda, Ansyari Lubis. Masuk dalam nominasi Best Coach, Ansyari disejajarkan dengan deretan pelatih legendaris dan pelatih muda potensial lainnya.
Kepiawaiannya dalam meramu strategi dan menjaga konsistensi performa tim di tengah jadwal yang padat menjadi alasan kuat namanya masuk dalam daftar elit ini.






































