jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memasang target pertumbuhan ini lebih tinggi dari target APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya, di Jakarta, Jumat.
“Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6 persen,” kata Prabowo.
Adapun target itu sudah tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.
Pemerintah juga menargetkan belanja negara mencapai sebesar Rp 4.097,2 triliun, naik dari Rp 3.842,7 triliun pada APBN 2026.
Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp 3.426 triliun, naik dari Rp 3.153,6 triliun pada APBN 2026.
Pembiayaan direncanakan sebesar Rp 671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp 689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen PDB.
Kemudian, inflasi pada 2027 akan dijaga pada kisaran 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan 6,9 persen, serta nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp 17.500 per 1 dolar Amerika Serikat (AS).









































