jpnn.com, JAKARTA - Serial entrepreneur muda sekaligus founder Opinix, Renaldy Pujiansyah, memperkenalkan konsep Perception Economy sebagai pendekatan baru dalam mengelola komunikasi di era digital.
Menurut Renaldy, perkembangan ekosistem digital membuat perhatian publik menjadi salah satu aset penting bagi brand, figur, maupun institusi.
Namun, dia menilai memenangkan perhatian saja tidak cukup untuk membangun nilai dan reputasi dalam jangka panjang.
Renaldy yang berpengalaman menangani kebutuhan komunikasi berbagai brand dan institusi mengatakan dunia digital kini tidak hanya berkaitan dengan produksi konten dan viralitas.
Menurutnya, strategi komunikasi juga perlu memperhatikan bagaimana publik menafsirkan informasi dan membentuk persepsi terhadap sebuah entitas.
“Di era attention economy, yang diperebutkan bukan lagi sekadar ruang, tetapi persepsi. Perhatian membuat orang melihat kita, sementara persepsi menentukan apa yang mereka percaya tentang kita,” ujar Renaldy, dalam keterangannya, Jumat (14/8).
Dia menjelaskan Perception Economy merupakan kondisi ketika nilai sebuah brand, figur, maupun institusi semakin dipengaruhi oleh cara publik memahami dan mengingatnya.
Karena itu, tingginya jumlah tayangan atau percakapan digital belum tentu berbanding lurus dengan kekuatan reputasi.









































