jpnn.com, JAKARTA - Otto Media Grup melakukan penyesuaian strategi bisnis di tengah dinamika rantai pasokan global yang kian kompleks dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan tersebut terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global sejak konflik Rusia-Ukraina pada 2022 yang berdampak pada pola globalisasi dan distribusi sumber daya perusahaan internasional.
Manajemen Otto Media menilai globalisasi tidak lagi sekadar ekspansi pasar, melainkan mencakup restrukturisasi fungsi, redistribusi aset, dan pengembangan talenta lintas negara.
Di kantor pusat Singapura, perusahaan melakukan transformasi dengan memfokuskan aktivitas pada bisnis berbasis aset ringan seperti manajemen hak cipta, keuangan, dan riset pasar.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat fungsi strategis yang membutuhkan stabilitas sistem, kepatuhan, serta kemampuan analisis tingkat tinggi.
Seiring dengan itu, fungsi operasional yang membutuhkan eksekusi intensif secara bertahap dialihkan ke Indonesia.
Di Indonesia, Otto Media mengembangkan berbagai aktivitas seperti siaran langsung, pelatihan kreator konten, produksi, hingga implementasi strategi pemasaran dan pelatihan berbasis kecerdasan buatan.
Perusahaan menilai Indonesia memiliki potensi besar dengan pasar yang berkembang, populasi muda yang dominan, serta tingkat adopsi digital yang terus meningkat.









































