jpnn.com, JAKARTA - Meski Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup pada Rabu (22/4) dini hari, Korlantas Polri memastikan tidak akan membiarkan jalur mudik tanpa pengawalan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan telah menyiapkan skenario darurat (emergency plan) untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan balik susulan.
Jenderal bintang dua itu membeberkan bahwa pemberlakuan rekayasa lalu lintas seperti One Way nasional maupun sepenggal akan sangat bergantung pada parameter volume kendaraan.
Tol Kalikangkung di Semarang tetap menjadi titik pantau utama untuk menentukan kapan diskresi kepolisian tersebut akan dieksekusi.
"Kami sudah siapkan emergency plan. Jika parameter kendaraan di Gate Tol Kalikangkung sudah menyentuh angka hampir 4.000 unit per jam, kemungkinan besar kami akan kembali memberlakukan One Way," tegas Irjen Agus di Semarang.
Namun, eks Wakapolda Jateng itu menjelaskan jika volume kendaraan masih berada di bawah angka 3.800 atau di kisaran 2.500 unit, arus lalu lintas akan tetap dibuka normal dua arah.
Hal itu dilakukan demi menjaga keadilan bagi pengguna jalan yang ingin menuju arah Trans-Jawa maupun Sumatera.
Irjen Agus menekankan bahwa setiap pengambilan keputusan One Way tidak akan dilakukan secara mendadak.











































