jpnn.com, JAKARTA - Aktivis 98 Yulian Paonganan alias Ongen menyoroti pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum Pemilu 2029.
Dia menilai pernyataan tersebut perlu disertai dasar konstitusional dan fakta politik yang jelas agar tidak memicu spekulasi.
Ongen meminta Budi Arie tidak membangun narasi yang seolah-olah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak akan bertahan hingga 2029.
Menurutnya, masa jabatan Presiden telah memiliki landasan konstitusional sehingga pernyataan mengenai kemungkinan perubahan kekuasaan perlu disampaikan secara bertanggung jawab.
“Budi Arie jangan mimpi di siang bolong. Jangan karena kecewa atau dendam setelah kena reshuffle kemudian mengeluarkan statement yang tidak punya dasar,” kata Ongen dalam keterangannya, Selasa (25/8).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah beredar video yang memuat ucapan Budi Arie mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik sebelum 2029.
Dalam video itu, Budi Arie menyebut telah menyampaikan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa insting politiknya melihat sesuatu yang terjadi “lebih cepat dari 2029”.
Pernyataan tersebut kemudian dinilai berbanding dengan sikap Projo yang sebelumnya menyatakan tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029.








































