jpnn.com, JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, memberikan petunjuk terkait partai yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dia menyebut petunjuknya adalah partai tersebut memiliki huruf "K" di dalam namanya.
"Sudah, itu dulu clue-nya," ucap pria yang akrab disapa Noel itu di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1), saat ditanya apakah huruf "K" berada di awal, tengah, atau akhir nama partai.
Selain partai, Noel juga menyebut adanya keterlibatan organisasi masyarakat dalam kasus yang menjeratnya sebagai terdakwa. Ia menjelaskan ormas bersama partai tersebut menerima aliran dana dari pemerasan. "Ormas-nya yang jelas tidak berbasis agama," tuturnya.
Noel didakwa melakukan pemerasan terhadap para pemohon sertifikasi atau lisensi K3 senilai Rp6,52 miliar dan menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Wamenaker. Pemerasan diduga dilakukan bersama sepuluh terdakwa lainnya.
Secara perinci, pemerasan diduga menguntungkan Noel sebesar Rp70 juta dan para terdakwa lain dengan jumlah bervariasi hingga miliaran rupiah. Sementara, gratifikasi yang diduga diterima Noel berupa uang senilai Rp3,36 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler.
Atas perbuatannya, mantan pejabat tersebut terancam pidana berdasarkan Undang-Undang Tipikor. (antara/jpnn)











































