jpnn.com - JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini Senin 22 Juni 2026 pagi bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp17.813 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.804 per dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka menguat 39,91 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.217,05.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,74 poin atau 0,78 persen ke posisi 614,14.
Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, perajin handicraft Kayuki di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memperkuat strategi penjualan secara daring.
Strategi ini guna memangkas biaya operasional sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke pembeli global memanfaatkan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS.
Pemilik usaha handicraft Kayuki Ristiyanto di Temanggung, Minggu (21/6), mengatakan, pelemahan rupiah berdampak langsung terhadap kenaikan biaya produksi, terutama untuk bahan baku impor yang selama ini digunakan dalam pembuatan sejumlah produk kerajinan, seperti multi triplek, akrilik, wood filler atau dempul, dan plastik.
"Dengan kondisi tersebut maka kami harus mencari cara agar tetap kompetitif dan menjaga keberlangsungan usaha," katanya.
Menurut dia, pemasaran melalui platform digital menjadi solusi yang efektif karena mampu menekan berbagai biaya operasional, seperti biaya promosi konvensional dan distribusi.








































