jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pembentukan entitas baru PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam nasional.
Misbakhun menyebut kehadiran DSI dapat menjadi instrumen penting untuk memperbaiki sistem ekspor nasional, termasuk menekan praktik under-invoicing yang selama ini telah banyak merugikan negara.
Dia juga optimistis kehadiran DSI juga dapat menjaga iklim investasi karena adanya jaminan kepastian dan pengawasan dari pemerintah.
"Dengan memperkuat tata kelola ekspor, jaminan pengawasan, ini tentu juga akan menjaga iklim investasi, dan ini akan positif buat pemasukan negara," kata Misbakhun dari Jakarta, Kamis (21/5).
Misbakhun menyoroti praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya menjadi salah satu tantangan serius dalam tata kelola perdagangan sumber daya alam Indonesia.
Kondisi tersebut, kata Misbakhun, menyebabkan potensi penerimaan negara berkurang.
Dia menilai kondisi itu membuat devisa hasil ekspor menjadi tidak optimal masuk ke dalam negeri.
"Untuk itu, pembentukan DSI ini dapat menjadi solusi untuk memperkuat pengawasan, transparansi, dan integrasi data ekspor nasional," ujar Misbakhun.







.jpeg)
































