jpnn.com - Persebaya Surabaya menghadapi situasi tak biasa menjelang pekan ke-31 BRI Super League melawan PSBS Biak.
Fokus tim bukan hanya pada strategi, tetapi juga bagaimana memulihkan kondisi fisik pemain yang terkuras.
Laga kandang di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026), seharusnya jadi panggung ideal untuk meraup tiga poin.
Namun di balik itu, Bajul Ijo sedang berjibaku dengan waktu yang nyaris tak memberi jeda.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyebut anak asuhnya tak punya ruang bernapas. Jadwal padat memaksa tim mengorbankan banyak aspek persiapan.
"Kami tidak punya waktu ideal. Fokus utama sekarang hanya pemulihan, melihat siapa yang benar-benar siap turun," ungkapnya.
Alih-alih mengasah skema permainan, staf pelatih kini dipaksa mengubah prioritas. Latihan taktik dipangkas, digantikan program recovery demi menjaga kondisi pemain tetap kompetitif.
Situasi makin rumit karena kedalaman skuad terbatas. Rotasi tak bisa dilakukan leluasa, sehingga risiko kelelahan jadi ancaman.









































