jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) memiliki peran strategis dalam memahami dinamika pasar kerja.
Menurut Yassierli, data yang akurat diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi ketenagakerjaan secara tepat.
“Ini suatu kenyataan bahwa data adalah komoditas yang sangat mahal dan bernilai tinggi,” kata Yassierli saat memberikan arahan pada Webinar dengan tema Optimalisasi Pemanfaatan Data Sakernas untuk Kebijakan Ketenagakerjaan, Rabu (9/9).
Yassierli menyampaikan pemanfaatan data Sakernas mencakup empat fungsi strategis yang saling berkaitan.
Pertama, data digunakan untuk memantau kondisi pasar kerja secara terintegrasi dengan platform SIAPkerja.
Kedua, data digunakan untuk mendiagnosis persoalan ketenagakerjaan, termasuk mendeteksi ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) antara kualifikasi lulusan dan kebutuhan industri.
Ketiga, data digunakan untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan intervensi program secara lebih presisi.
“Dengan data yang akurat, kami dapat merancang kebijakan spesifik berupa School-to-Work Transition atau transisi dari pendidikan ke dunia kerja melalui Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi,” ungkap Yassierli.
















































