jpnn.com - BEGITU besar nama Nadiem Makarim. Sejak sebelum menjadi menteri, bahkan sudah lebih besar dari jabatan terakhirnya itu. Pun secara internasional.
Di dunia, Nadiem lebih dikenal bukan sebagai menteri –tetapi sebagai teknopreneur. Yakni teknopreneur yang membumi: mendayagunakan sepeda motor –lambang transportasi kelas bawah di Indonesia.
Terdakwa korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1). Nadiem Makarim didakwa telah memperkaya diri sendiri dengan nilai mencapai Rp 809,5 miliar dalam pengadaan laptop berbasis Chromebook tersebut. Foto : Ricardo
Pikiran seorang teknopreneur, selama itu, dikenal selalu bermain di level langit. Namun, Nadiem justru memikirkan sepeda motor –pemilik sepeda motor.
Tentu Nadiem dicibir pada awalnya. "Teknopreneur kelas sepeda motor".
Lebih sepele dari itu: "teknopreneur kelas ojek" –lambang transportasi kelas omprengan.
Anda masih ingat beberapa pemilik sepeda motor pernah terpaksa cari makan dengan cara ngompreng. Mereka mengisi "lubang" yang kosong.
Ada dua lubang menganga yang mereka lihat. Tidak adanya kendaraan umum di banyak jalur. Orang sudah telanjur terbiasa malas jalan kaki.

.jpeg)












































