jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberi sinyal partainya bakal menjadi kekuataan penyeimbang yang dewasa, berideologi, dan berakar kuat pada rakyat.
Hal demikian dikatakan Megawati saat berpidato dalam acara penutupan Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/1).
Awalnya, putri Proklamator RI Soekarno atau Bung itu menuturkan jati diri PDIP sebagai parpol ideologi, sekaligus pelopor.
“Kita secara sadar dan bertanggung jawab memilih posisi sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan negara. Ini bukan sikap netral. Ini bukan posisi abu-abu. Ini adalah keputusan ideologis,” kata Megawati berpidato dalam acara, Senin.
Presiden kelima RI itu menuturkan PDIP sebagai partai ideologis yang mewarisi ajaran Bung Karno, memilih sebagai partai penyeimbang.
Megawati memandang peran penyeimbang bukan sebagai sikap negatif atau destruktif terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.
Sebaliknya, kata dia, peran penyeimbang sebagai bentuk pengabdian politik untuk rakyat, bangsa, dan negara, sebagaimana dicita-citakan dalam Pancasila dan UUD 1945.
“Kita mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat, yang menjamin keadilan sosial, memperkuat kedaulatan nasional, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ungkap Megawati.














































