jatim.jpnn.com, SURABAYA - Massa aksi tolak relokasi atau pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian di DPRD Surabaya, Senin (12/1) akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Arif Fathoni. Mereka ditemui setelah melakukan orasi sekitar 2,5 jam.
Dalam pertemuan itu, para koordinator menyampaikan bahwa tidak setuju pindah ke daerah Tambak Oso Wilangun. Mereka juga mengeluhkan pemindahaan RPG terkesan mendadak dan tanpa sosialisasi. Meskipun, mereka diminta pindah setelah Hari Raya Idulfitri.
Menanggapi hal itu, Arif Fathoni tak bisa langsung memberikan jawaban atas keluhan yang disampaikan massa aksi. Pasalnya, perlu ada diskusi lebih lanjut dengan beberapa substansi DPRD untuk manjawab keresahan mereka.
“Iya, hari ini kami menerima aspirasi dari teman-teman jagal yang datang ke kantor untuk menyuarakan keprihatinan terkait dengan relokasi RPH Pegirian ke RPH Oso Wilangun,” kata Toni.
Toni menyampaikan berdasarkan pernyataan massa aksi, mereka tidak pernah diajak berdialog dengan pihak RPH sehingga muncul kekecawaan dan penolakan.
"Makanya kami berharap setelah ini kami kan sudah menangkap apa yang dikehendaki oleh para jagal ini. Intinya itu kan terbuka ruang dialog sehingga ada chemistry yang sama antara RPH,” jelasnya.
Setelah ini, Toni berjanji akan memfasilitasi ruang dialog bersama DPRD dan RPH. Namun, dia memastikan akan tetap berpihak kepada masyarakat.
“Jadi, tadi saya diminta untuk menandatangani aspirasi mereka, karena kami ini pelayan rakyat apapun yang diperjuangkan oleh rakyat kan tentu kami harus memiliki nafas yang sama dengan apa yang mereka kehendaki,” katanya.









































