Mahakarya Damai di Bumi Pertiwi: Merajut Asa ‘Hari Perdamaian Internasional’ Dalam Dekapan Pancasila

6 hours ago 15

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan dan Ketua Umum IKA Doktor Hukum UKI

 Merajut Asa ‘Hari Perdamaian Internasional’ Dalam Dekapan Pancasila

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dan Ketua Umum IKA Doktor Hukum UKI Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com - Perdamaian bukanlah sekadar jeda di antara dua dentuman meriam, melainkan sebuah mahakarya peradaban yang harus terus-menerus diukir dengan kesabaran, keadilan, dan kebijaksanaan.

Pada peringatan Hari Perdamaian Internasional tahun 2026, umat manusia kembali disadarkan oleh sebuah panggilan luhur yang menggema ke seluruh penjuru bumi: "Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day."

Tema hari perdamaian pada tahunini bukanlah sekadar slogan kosong, melainkan sebuah proklamasi moral yang menegaskan bahwa perdamaian adalah aset paling berharga yang membutuhkan investasi tanpa henti, sebuah investasi yang melampaui hitungan kapital, merasuk ke dalam relung kemanusiaan yang paling dalam, dan beresonansi di setiap napas kehidupan.

Bagi Indonesia, seruan ini adalah cerminan dari jiwa bangsa. Sebagai negara besar yang lahir dari rahim perjuangan dan kemajemukan, Indonesia memandang perdamaian sebagai keniscayaan mutlak untuk mencapai kejayaan paripurna.

Artikel ini akan menelisik secara mendalam bagaimana investasi perdamaian ini berevolusi dari panggung sejarah, mengakar pada kekhususan Indonesia yaitu Pancasila, berbenturan dengan realitas empiris geopolitik dan dinamika internal bangsa, hingga melahirkan rumusan sikap dan solusi ke depan yang menempatkan Nusantara sebagai mercusuar perdamaian dunia.

Jejak Sejarah: Mengukir Damai di Atas Prasasti Waktu

Sejarah Hari Perdamaian Internasional adalah sejarah tentang kerinduan umat manusia akan harmoni di tengah dunia yang kerap dikoyak oleh keangkuhan kuasa.

Ditetapkan pertama kali pada tahun 1981 melalui Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 36/67, hari ini pada awalnya dirayakan setiap hari Selasa ketiga bulan September.

Pada peringatan Hari Perdamaian Internasional tahun 2026, umat manusia kembali disadarkan oleh sebuah panggilan luhur yang menggema ke seluruh penjuru bumi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |