jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur menggelar Diklat Jurnalistik 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas jurnalis internal di tingkat kabupaten/kota sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat.
Ketua DPW LDII Jawa Timur Moch Amrodji Konawi mengatakan diklat ini merupakan pelatihan jurnalistik pertama yang digelar LDII Jatim pada tahun 2026 dan menjadi kebutuhan penting bagi warga LDII, khususnya yang tergabung dalam KIM (Komunikasi, Informasi, dan Media).
“Di masing-masing kabupaten/kota sudah ada bagian KIM. Karena itu, mereka perlu dibekali teknologi dan keterampilan jurnalistik agar bisa menyajikan informasi yang baik dan benar,” ujar Amrodji.
Dia menekankan jurnalis LDII harus mampu menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks, disinformasi, dan framing menyesatkan yang marak di media sosial.
“Informasi di lapangan harus disampaikan apa adanya, bukan dibuat-buat atau mengarah pada fitnah. Sekarang banyak informasi dipelintir seolah menjadi kebenaran, ini yang harus kita lawan dengan jurnalistik yang baik,” tuturnya.
Amrodji juga mengajak insan pers untuk turut mendampingi dan membesarkan jurnalis LDII di daerah agar mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin mengapresiasi langkah LDII Jatim yang dinilainya responsif terhadap tantangan era digital.
Menurutnya, penetrasi internet di Jawa Timur saat ini telah mencapai 82,19 persen sehingga masyarakat sangat rentan terpapar informasi keliru.



.jpeg)



































