jpnn.com, TERNATE - Eramet Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) meluncurkan Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) di Ternate, Maluku Utara, baru-baru ini.
Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas usaha perempuan pelaku UMKM ultra mikro melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menilai program LAKSMI sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Ketika UMKM perempuan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan,” ujar Sherly, dalam keterangannya, Senin (26/1).
Menurut Eramet Indonesia, Ternate dipilih sebagai lokasi implementasi karena potensi besar pelaku usaha perempuan yang masih menghadapi keterbatasan akses pelatihan, teknologi digital, serta pembiayaan.
Sebagai pusat aktivitas ekonomi Maluku Utara, wilayah ini dinilai strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan.
CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet mengatakan program LAKSMI merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang diluncurkan di Jakarta pada 2024 dan menjadi bagian dari program global Women for Future.
“Maluku Utara memiliki tempat yang istimewa bagi kami. Wilayah ini tidak hanya menjadi lokasi operasional Weda Bay Nickel, tetapi juga menjadi komunitas yang ingin kami dukung seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya,” kata Jérôme.











































