Kumpul Optimis

1 week ago 40

Oleh: Dahlan Iskan

Kumpul Optimis

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Dua hari yang happy: Sabtu-Minggu kemarin. Sejak pagi sampai menjelang malam. Itulah hari-hari penuh optimisme: kumpul bersama 50 pengusaha kecil-menengah.

Wira-wiri dalam satu bus: ''wisata bisnis bersama Disway''. Nama kerennya: Disway Explore Business Jatim Series.

Kunjungan pertama kami ke pabrik kosmetik: Viva. Yang sudah berusia 62 tahun. Saya kenal pemilik generasi pertamanya. Pun sampai yang kini generasi ketiga. Konimex Solo juga punya saham di Viva.

Dari peserta wisata ini saya tahu: bisnis kosmetik kini menjamur ibarat jamur. Begitu banyak anak muda yang punya follower medsos lebih dari 10.000 bisa memanfaatkan follower-nya: bikin bisnis kosmetik: umumnya dimulai dari produk skin care.

Mereka tidak harus punya pabrik. Seribu satu cara mereka upayakan untuk menemukan resep ramuannya. Lalu pergi ke pabrik yang bisa meramu dan mengemaskannya. Dalam bahasa Belanda disebut Maakloon.

Banyak pabrik yang menerima pekerjaan maklon seperti itu. maklon artinya: menyerahkan pekerjaan ke orang lain. Zaman dulu, yang biasa dimaklonkan adalah tekstil. Atau produk kulit. Lalu apa saja. Di zaman modern berkembang ke kosmetik.

Bahkan kini ada kosmetik yang produsennya hanya punya nama: resepnya pun terserah tempatnya maklon. Pokoknya akan digunakan untuk apa dengan merek apa.

Di zaman gempuran ''semut'' bisnis kosmetik saperti itu Viva masih terus bertahan. Saya istilahkan ''semut'' karena produk kosmetik itu skalanya kecil tapi banyaknya seperti semut. Setiap ada yang mati satu tumbuh 999 yang baru.

Dua hari yang happy: Sabtu-Minggu kemarin. Sejak pagi sampai menjelang malam. Itulah hari-hari penuh optimisme: kumpul bersama 50 pengusaha kecil-menengah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |