Kronologi 20 Anggota KKB Kanibal Tembak Pesawat Smart Air Hasil Olah TKP

2 hours ago 15

Kronologi 20 Anggota KKB Kanibal Tembak Pesawat Smart Air Hasil Olah TKP

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Personel gabungan yang terdiri dari Satgas Damai Cartenz, Direktorat Krimum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel saat melakukan olah TKP, penanaman pesawat Smart Air yang menewaskan dua crew nya di Korowai. (ANTARA/HO-Satgas Damai Cartenz)

jpnn.com - Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan informasi terkini kasus penembakan pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Karoway, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Brigjen Faizal, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa penyerangan yang disertai penembakan ke pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Karoway dilakukan oleh 20 anggota KKB.

KKB itu dilaporkan keluar dari penginapan yang ada di pinggir lapangan terbang dengan menembaki pesawat hingga menyebabkan penumpang dan kru pesawat lari keluar pesawat.

"Penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR itu terjadi saat pesawat hendak melanjutkan penerbangan ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (11/2)," kata Brigjen Faizal, Sabtu (15/2/2026).

Dia menyebutkan pelaku penyerangan adalah kelompok KKB Kanibal dan Semut Merah pimpinan Elkius Kobak dari Yahukimo.

Dalam olah TKP juga terungkap di badan pesawat nahas itu terdapat 13 titik tembakan dan tim juga mencatat ada 23 penomoran.

Saksi juga mengungkapkan penembakan berawal saat pesawat Smart Air yang mendarat sekitar Rabu (11/2) pukul 10.30 WIT, di Lapangan Terbang Koroway Batu hendak melanjutkan penerbangan ke Dekai.

"KKB tiba-tiba muncul dan menembaki saat pilot pesawat Smart Air sedang menghidupkan mesin sehingga penumpang dan kru turun dari pesawat untuk menyelamatkan diri," kata Brigjen Faizal.

Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani ungkap kronologis 20 anggota KKB Kanibal tembaki pesawat Smarta Air di Lapangan Terbang Karoway.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |