jpnn.com - "Bah..." katanyi manja. "Bah..." katanyi lagi. Dia memang biasa memanggil mertua laki-lakinyi dengan panggilan ''Bah'' –singkatan bahasa Arab ''Abah'', ayah.
"Saya jadi korban KDRT," lanjut Ivo, sang menantu, sambil ucek-ucek mata.
Dokumentasi Ivo Ananda saat mengikuti event bersepeda 1.500km Mainsepeda East Java Journey 2026. Karena event ini unsupported, ia sering tertidur di sembarang tempat--
Awalnya, sang mertua kaget. Anak Pak Iskan itu tidak pernah mendengar suami Ivo berbuat kasar kepada sang istri.
Setelah manjanyi reda sang mertua baru tahu: KDRT itu benar-benar terjadi. Dilakukannya di jalan raya. Sepanjang 1.500 km.
"Semua ini gara-gara anak Abah," katanyi lagi.
Sang suami, baru genap satu bulan menjalani operasi lutut –gara-gara di masa nan lalu. Saat main bola. Ia pemain penyerang klub sepak bola Askring: asal keringetan, asal berkeringat.
Meski belum lama operasi lutut, cucu Pak Iskan itu sudah mau ikut gowes sejauh 600 km. Ia merasa sudah kuat.

.jpeg)








































