Kisah Guru Honorer Puluhan Tahun Bergaji Rp200 Ribu, jadi PPPK Paruh Waktu

23 hours ago 21

Kisah Guru Honorer Puluhan Tahun Bergaji Rp200 Ribu, jadi PPPK Paruh Waktu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Asnat Nenabu, guru PAUD di Desa Fotilo, Kabupaten TTS, NTT, yang telah mengabdi selama 36 tahun. Foto: ANTARA/HO-Tim Media Prabowo Subianto.

jpnn.com - JAKARTA - Asnat Nenabu, seorang guru honorer Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah resmi diangkat menjadi PPPK paruh waktu.

Guru PAUD di Desa Fotilo, Kabupaten TTS, yang telah mengabdi selama 36 tahun itu resmi menjadi PPPK paruh waktu, seusai videonya ditanggapi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti (mengajar). Biar saya berbakti kepada manusia dan bangsa, buat anak-anak saya. Biar sampai saya mata buta, baru saya berhenti,” kata Asnat, dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/11).

Upah sebesar Rp200 ribu per bulan sebagai guru honorer selama puluhan tahun itu tidak menyurutkan semangat Asnat untuk tetap mengajar karena pendidikan adalah panggilan jiwanya.

Asnat bersungguh-sungguh mendedikasikan sepanjang hidupnya untuk pendidikan anak-anak.

Diketahui, Asnat sempat mengajar di SMP Kristen Puli, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) seusai menyelesaikan pendidikan tingkatan SMA.

Kemudian, ia berpindah mengajar ke SD Inpres Fotilo. Karena tidak memiliki ijazah S-1, Asnat memutuskan mengajar di PAUD hingga kini.

“(Gaji) Kami sudah dinaikkan. Satu bulan Rp500 ribu. Baru enam bulan tahun 2025,” ujarnya.

Berikut ini kisah seorang guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun bergaji Rp200 ribu, diangkat jadi PPPK Paruh Waktu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |