Kesbangpol Jabar Ungkap Kronologi Pembakaran Padepokan STJ oleh Warga di Tasikmalaya 

6 hours ago 13

Kesbangpol Jabar Ungkap Kronologi Pembakaran Padepokan STJ oleh Warga di Tasikmalaya 

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi/Police Line. Foto: dok JPNN

jpnn.com, BANDUNG - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menjelaskan ihwal kasus pembakaran bangunan padepokan Saung Taraju Jumantara (STJ) oleh kelompok massa di Desa Purwarahayu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (1/4) malam.

Kepala Kesbangpol Jabar, Wahyu Mijaya mengatakan, masyarakat sudah terganggu dengan konten media sosial yang diproduksi kemudian disebarluaskan oleh STJ.

Hal itu akhirnya memicu masyarakat untuk membakar padepokan tersebut. 

"Terkait kejadian itu terjadi hari Rabu, memang sebelum kejadian itu sudah ada aktivitas yang akhirnya masyarakat melakukan hal itu. Jadi aktivitas itu mulai dari aktifnya konten TikTok dan lebih banyak di media sosial," kata Wahyu, Selasa (7/4/2026).

Wahyu sendiri belum mendapatkan konfirmasi pasti konten mana saja yang dirasakan mengganggu ketertiban masyarakat setempat. 

Hanya saja, kejadian ini berawal dari postingan media sosial Padepokan STJ.

Saat itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat sudah berunding antara pengurus padepokan dengan masyarakat.

Namun, kemudian massa malah membakar bangunan milik STJ itu.

Kesbangpol Jabar menjelaskan kronologi kejadian aksi pembakaran padepokan Saung Taraju Jumantara (STJ) di Taskmalaya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |