Duga Dokumen Halal Disalahgunakan Ritel, PT Arwinda Melapor ke Polisi

5 hours ago 15

Duga Dokumen Halal Disalahgunakan Ritel, PT Arwinda Melapor ke Polisi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kuasa hukum PT Arwinda Perwira Utama, Joddy Mulyasetya Putra (batik coklat) Wakil Ketua Umum HKTI drh. Cecep Muhammad saat mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Foto: dok sumber

jpnn.com, JAKARTA - PT Arwinda Perwira Utama terkaget-kaget saat didatangi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terkait dugaan produk ayam tidak halal yang beredar di pasaran. Padahal, perusahaan tersebut tidak beroperasi lagi sejak 2022.

Kuasa hukum PT Arwinda, Joddy Mulyasetya Putra mengungkapkan kedatangan BPJPH pada 30 Desember 2025 merupakan tindak lanjut dari viralnya isu di media sosial mengenai dugaan ayam potong di LOTTE yang tidak memenuhi standar halal.

“BPJPH menyampaikan bahwa dari pihak LOTTE menjelaskan produk mereka berasal dari supplier resmi yang memiliki sertifikat halal dan NKV. Tapi faktanya, yang ditampilkan di etalase adalah dokumen milik PT Arwinda,” ujar Joddy di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/4).

Menurut dia, temuan tersebut menjadi janggal karena PT Arwinda tidak memiliki hubungan hukum apa pun dengan PT LOTTE Grosir, termasuk tidak pernah memasok produk unggas ke perusahaan ritel tersebut.

“Tidak ada kerja sama, tidak ada perjanjian. Tapi legalitas klien kami dipajang begitu saja. Ini yang kami duga sebagai penggunaan dokumen tanpa izin,” tegasnya.

Joddy juga menyebut pihaknya telah mengantongi bukti dokumentasi dari BPJPH berupa foto sertifikat NKV milik PT Arwinda yang terpampang di etalase ayam di outlet LOTTE dengan tanggal 25 Desember 2025.

Lebih lanjut, ia menilai penggunaan dokumen tersebut berpotensi menyesatkan konsumen karena seolah-olah produk ayam yang dijual telah memenuhi standar halal berdasarkan proses yang dilakukan PT Arwinda.

“Padahal faktanya, PT Arwinda tidak pernah melakukan pemotongan untuk produk yang dijual di LOTTE,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa isu ini bermula dari laporan konsumen yang menemukan dugaan proses pemotongan ayam yang tidak sempurna

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |