Kepala BPOM Meresmikan Kafe Jamu di PIK2, Dorong Herbal Jadi Ekonomi Kreatif Global

22 hours ago 25

Kepala BPOM Meresmikan Kafe Jamu di PIK2, Dorong Herbal Jadi Ekonomi Kreatif Global

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peresmian kafe jamu Acaraki cabang ke-6 di PIK 2, Tangerang. Foto: Romaida/jpnn.com

jpnn.com - TANGERANG - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar meresmikan kafe jamu Acaraki di kawasan Pantai Indah Kapuk atau PIK 2, Tangerang, Banten, Rabu (4/2).

Kafe yang didirikan PT Acaraki Nusantara Persada tersebut hadir dengan konsep Jamu Experience Cafe yang modern dan relevan untuk generasi muda. Pengunjung diajak memahami filosofi jamu, mulai dari konsep jampi (doa) hingga oesodo (kesehatan) melalui kemasan yang estetis dan informatif.

Taruna Ikrar menyatakan jamu bukan sekadar produk tradisional, melainkan warisan pengetahuan dan kekayaan biodiversitas bangsa.  Dia melihat jamu sebagai potensi ekonomi kreatif yang besar, namun belum sepenuhnya digarap secara maksimal di Tanah Air.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa sekitar 18.000 jenis jamu dan lebih dari 600.000 ragam kuliner tradisional.  "Di balik angka-angka itu, tersimpan peluang besar untuk kesehatan masyarakat dan daya saing ekonomi berbasis budaya," kata Taruna.

Dia juga mengapresiasi Acaraki yang telah mengembangkan inovasi jamu secara bertanggung jawab dan patuh terhadap regulasi.  Menurut dia, kepastian standar, keamanan, dan mutu adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap jamu Indonesia.

Sebagai figur yang mendorong transformasi jamu secara sistemik, Taruna mengedepankan kerangka kerja kolaborasi ABG (Academic, Business, Government).  Dia menekankan pentingnya riset dari akademisi yang tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi mampu dihilirisasi menjadi produk nyata oleh pelaku usaha.

Agenda hilirisasi riset ini menjadi krusial mengingat Indonesia memiliki modal alam sekitar 30.000 spesies tanaman herbal. "Kehadiran Acaraki di PIK 2 adalah manifestasi nyata bahwa jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dunia yang diakui UNESCO, telah berhasil keluar dari stigma kuno dan keren, dan relevan bagi generasi masa kini," ungkapnya.

Taruna menjelaskan saat ini BPOM terus memperkuat pengawasan obat tradisional untuk memastikan jamu Indonesia siap bersaing di kancah internasional.  Standar global diterapkan bukan untuk mengekang inovasi, melainkan menjaga identitas jamu sebagai duta budaya dan ekonomi kreatif Indonesia.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar meresmikan kafe jamu Acaraki di kawasan PIK2.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |