jpnn.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap setiap upaya pemberantasan korupsi kerap diikuti dengan perlawanan dari pihak-pihak yang merasa terganggu kepentingannya.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat bertaklimat di acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Dalam forum itu, Prabowo bahkan menyinggung adanya "kelompok garong" yang dia sebut sebagai pihak yang kerap menyerang balik pemerintah ketika langkah-langkah penindakan terhadap pelaku korupsi diperkuat.
"Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau menegakkan keadilan, kelompok garong-garong ini menyerang balik. Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu adu domba di antara kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Republik Indonesia ini," kata Prabowo.
Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para alim ulama dan tokoh masyarakat untuk bersatu memberantas korupsi.
"Saudara-saudara semua, marilah kita bersatu. Kita harus menjaga Republik ini, kita harus menjaga kekayaan bangsa kita, kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia," katanya.
Dia mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya adalah negara yang sangat kaya. Namun, masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan akibat ulah para koruptor mencuri kekayaan negara.
Presiden mengakui pemberantasan korupsi di Indonesia memang bukan pekerjaan ringan. Ada perlawanan dari para koruptor yang selama ini mencuri kekayaan negara.









































