bali.jpnn.com, LOMBOK BARAT - Komitmen perlindungan kekayaan intelektual di bidang seni budaya kembali ditunjukkan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kemenkum NTB).
Hal ini ditandai melalui penyerahan surat pencatatan ciptaan dalam acara Gelar Budaya Tosan Aji Nasional dengan tema Pesona Keris di Lombok, yang digelar di Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat, Sabtu (2/8) lalu.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenkum NTB I Gusti Putu Milawati, Bupati Lombok Barat, Kapolres Lombok Barat, sesepuh, tokoh budaya, perajin, dan penggiat keris yang datang dari berbagai daerah di Nusantara.
Kehadiran seluruh pihak ini menjadi wujud dukungan bersama dalam upaya pelestarian budaya sekaligus perlindungan hak cipta atas karya cipta tradisional.
Kakanwil I Gusti Putu Milawati menyampaikan bahwa keris merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai filosofi, sejarah, dan seni tinggi.
Oleh karena itu, selain dilestarikan, karya keris juga perlu dilindungi aspek hukumnya agar diakui secara sah dan mendapatkan penghargaan yang layak bagi penciptanya.
Sebagai bentuk nyata upaya perlindungan tersebut, Kakanwil menyerahkan secara langsung Sertifikat Hak Cipta kepada Lalu Yopi.
Lalu Yopi adalah seorang seniman keris asal Lombok.