Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengatakan setidaknya 1,4 juta murid dari 27 wilayah di enam provinsi harus belajar dari rumah akibat terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Hingga awal September ini, setidaknya ada enam provinsi di Sumatera dan Kalimantan yang menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal mengatakan kebanyakan dari anak-anak yang belajar dari rumah adalah di Kalimantan Barat.
Dari total 1,4 juta anak-anak, lebih dari sejuta di antaranya berasal dari Kalimantan Barat, ujar Gogot dalam konferensi yang digelar hari Rabu kemarin (2/09).
"Keberlangsungan pembelajaran anak tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun. Apalagi kita masih mampu melakukan mitigasi sehingga anak-anak bisa berada di tempat yang aman untuk belajar," ujarnya.
Gogot mengingatkan jika belajar dari rumah bukan berarti berhenti belajar, karena "masih banyak" yang menganggap belajar dari rumah seperti libur.
Ia juga mengatakan pemerintah kota dan kabupaten diberikan otoritas untuk melaksanakan layanan pembelajaran mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah.
"Jadi, [pemerintah] daerah harus segera menetapkan jangan sampai sekolah kebingungan," ujarnya, yang menambahkan kebijakan belajar dari jarak jauh akan dievaluasi setiap tiga hari.
















































