jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di balik penggunaan artificial intelligence (AI) yang makin masif, terdapat kebutuhan air yang cukup besar untuk menopang infrastruktur pusat data. Air digunakan terutama dalam sistem pendinginan server agar perangkat yang bekerja terus-menerus tidak mengalami overheat, sekaligus berkaitan dengan kebutuhan energi dan proses produksi chip semikonduktor.
Karena itu, perkembangan AI tidak seharusnya hanya dinilai dari kecanggihan dan kecepatan komputasinya. Efisiensi penggunaan air dan sumber daya lain juga perlu menjadi bagian dari inovasi, agar manfaat teknologi terus meningkat tanpa diikuti dampak lingkungan yang semakin besar.
AI sebagai Co-Pilot, Bukan Autopilot
Kita memang mulai memasuki fase ketika AI menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, baik dalam bekerja, mencari informasi, maupun mengambil keputusan. Namun, yang perlu diperhatikan bukan sekadar seberapa sering kita menggunakan AI, tetapi apakah kita masih memiliki kemampuan untuk berpikir, memvalidasi, memverifikasi, dan yang paling penting, mengambil keputusan secara mandiri.
AI pada dasarnya hanyalah tools atau alat untuk menambah dan memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan peran manusia. Jadi, AI seharusnya menjadi co-pilot, bukan autopilot. Artinya, manusia harus tetap memegang kendali atas keputusan, etika, moral, dan tanggung jawab.
Di balik proses sederhana ketika kita mengetikkan perintah ke AI, terdapat data center, server dengan performa tinggi, sistem pendinginan yang sangat canggih, serta infrastruktur yang bekerja secara terus-menerus. Hal inilah yang sering tidak terlihat oleh pengguna.
Karena itu, dalam teknologi informasi sekarang, kita tidak hanya berbicara tentang kemampuan komputasi yang cepat atau semakin canggih. Kita juga harus mulai berbicara tentang efisiensinya. Efisiensi komputasi menjadi penting karena berdampak pada keberlanjutan infrastruktur digital.
Solusinya tentu bukan menghentikan perkembangan AI. Apabila dilihat secara proporsional, tantangannya justru bagaimana teknologi tersebut mampu menghasilkan manfaat yang semakin besar dengan penggunaan sumber daya yang semakin efisien.
Efisiensi Harus Menjadi Bagian dari Inovasi
Ukuran kemajuan AI di masa depan seharusnya tidak hanya dilihat dari siapa yang memiliki modal paling besar atau teknologi paling canggih. Kemajuan juga perlu dilihat dari siapa yang mampu menghasilkan kemampuan komputasi dengan penggunaan energi yang lebih efisien.














































