jpnn.com - Jatah gas LPG subsidi di Sumatera Selatan untuk tahun anggaran 2026 sebesar 231.455 metrik ton (MT).
Berdasarkan catatan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan, angka tersebut mengalami penurunan.
Meskipun secara angka mengalami penurunan. Namun, pemerintah daerah optimistis stok tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun.
Plh Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Sumsel, Akhirul Jaya Wardana menyampaikan bahwa pada tahun 2025 lalu, Sumsel menerima kuota sebesar 243.286 MT.
"Untuk tahun 2026 ini Sumatera Selatan mendapatkan kuota sebesar 231.455 metrik ton, memang ada sedikit penurunan jika dibandingkan dengan kuota tahun 2025 lalu," ungkap Akhirul, Senin (12/1/2026).
Kata Akhirul, penurunan di tahun 2026 ini dianalisa sebagai bagian dari penyesuaian realisasi serapan di tahun-tahun sebelumnya, serta kebijakan efisiensi anggaran subsidi di tingkat nasional.
Ia menyebut jika Kota Palembang masih menjadi wilayah dengan alokasi terbesar yakni mencapai 63.000 MT.
Namun, daerah perairan seperti Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten OKI juga mendapatkan porsi yang signifikan karena penggunaan gas melon di wilayah tersebut meluas hingga ke sektor perikanan dan pertanian.












































