Jangan Kaget, Ini Faktor Utama Penyebab PHK pada 2025

3 hours ago 22

Jangan Kaget, Ini Faktor Utama Penyebab PHK pada 2025

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

ilustrasi perusahaan garmen asal Tasikmalaya. Foto: Dokumentasi Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan faktor utama peningkatan angka korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2025

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, data yang dimilikinya PHK pada 2025 mencapai 88.519 orang.

Indah menjelaskan, salah satu penyebab tingginya angka PHK 2025 karena adanya tensi geopolitik pada awal tahun yang ternyata mempengaruhi kinerja ekspor dan impor serta industri dalam negeri.

“Pertama ada tekanan juga dari ekspor-impor, ya, itu pasti. Kondisi dunia di awal 2025 terutama sampai semester I masih ada dinamika cukup tinggi (di) geopolitik, pasti itu pengaruh ke ekspor,” kata Indah saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).

Berdasarkan data PHK yang dirilis Kemnaker periode Januari-Desember 2025, jumlah korban PHK tahun lalu mencapai 88.519 orang, meningkat lebih dari 10 ribu orang dibandingkan tahun 2024 di mana PHK menimpa 77.965 orang.

Adapun sebanyak 88.519 orang korban PHK tersebut merupakan pegawai yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

Mengenai sektor yang paling banyak melakukan PHK tahun lalu, Indah mengatakan, industri manufaktur masih menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup besar.

Ia pun mengakui bahwa isu PHK harus menjadi perhatian dan membutuhkan kerja sama strategis antara para pemangku kepentingan.

Kemnaker mengungkapkan faktor utama peningkatan angka korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2025

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |