jpnn.com, JAKARTA - Korlantas Polri resmi menutup Operasi Ketupat 2026 tepat pada pukul 24.00 WIB, Kamis (26/3) dini hari.
Meskipun volume kendaraan pada mudik tahun ini memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah, Polri mengeklaim manajemen rekayasa lalu lintas jauh lebih efektif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa tantangan mudik tahun ini sangat luar biasa, karena adanya lonjakan mobilitas yang masif.
Tercatat, puncak arus mudik menembus angka 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 258.512 unit.
"Malam ini Operasi Ketupat resmi ditutup berdasarkan TR Bapak Kapolri. Namun, melihat bangkitan arus yang sangat tinggi, kami melakukan modifikasi Cara Bertindak (CB) yang lebih berani dan taktis dibanding tahun-tahun lalu," kata Irjen Agus di Semarang.
Jenderal bintang dua itu membeberkan bahwa parameter skenario yang disiapkan sebelumnya ternyata tidak mampu menampung volume kendaraan yang begitu besar.
Hal itulah yang memaksa Korlantas melakukan perubahan skema rekayasa lalu lintas secara dinamis di lapangan untuk menghindari kemacetan horor.
Salah satu gebrakan yang dilakukan ialah penerapan sistem Contra Flow yang lebih panjang dan berlapis.










































