Iran Bikin Timur Tengah Membara, Jepang Tingkatkan Konsumsi Batu Bara

6 hours ago 12

Iran Bikin Timur Tengah Membara, Jepang Tingkatkan Konsumsi Batu Bara

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyoroti ketimpangan yang terjadi akibat kenaikan harga batu bara di pasar internasional. Foto: Antara

jpnn.com, TOKYO - Pemerintah Jepang akan mengurangi konsumsi gas alam cair (LNG) dan meningkatkan operasi pembangkit listrik tenaga batu bara.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa mengatakan pada Selasa (7/4) bahwa langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah kenaikan harga energi.

"Untuk memastikan pasokan energi yang stabil, kami mengurangi penggunaan LNG dan mengambil langkah untuk memaksimalkan produksi listrik dari pembangkit berbahan bakar batu bara," kata Akazawa.

Sebagai langkah darurat, pemerintah Jepang memutuskan tidak memberlakukan pembatasan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara yang kurang efisien pada 2026, sehingga penggunaannya diperkirakan meningkat.

Ia menambahkan bahwa listrik berbasis batu bara, meskipun menghasilkan emisi karbon dioksida lebih tinggi dibandingkan sumber lain, tetap penting bagi ketahanan energi karena tidak bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran membalas dengan menyerang Israel dan fasilitas energi di Timur Tengah.

Eskalasi konflik tersebut praktis menghentikan pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur utama pasokan minyak dan LNG global. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara. (ant/dil/jpnn)

Gegara Iran membalas serangan Israel dengan membombardir fasilitas energi di Timur Tengah, pemerintah Jepang meningkatkan operasi pembangkit listrik batu bara


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |