jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) menyatakan pesimis target kebijakan Zero Over Dimension Overloading (ODOL) yang direncanakan berlaku pada 2027 dapat terlaksana.
Sikap ini dipicu oleh belum adanya pembenahan pada sarana, prasarana, dan pelayanan kapal di jalur penyeberangan utama yang terus memicu antrean panjang truk logistik.
Ketua ASLI Slamet Barokah menyoroti buruknya infrastruktur konektivitas di jalur dermaga Gilimanuk – Ketapang yang hingga kini belum menyentuh perhatian pemerintah.
Menurutnya, pemaksaan kebijakan Zero ODOL tanpa perbaikan dermaga hanya akan memperparah penumpukan kendaraan.
"Bagaimana mungkin bisa mewujudkan Zero ODOL yang tinggal beberapa bulan lagi dengan kondisi dermaga seperti itu," ujar Slamet.
Saat ini, Gilimanuk memiliki 7 dermaga dan Ketapang memiliki 9 dermaga. Jumlah tersebut dinilai tidak memadai untuk menampung ribuan truk harian, sehingga kapal terpaksa mengantre berjam-jam untuk bersandar.
Kondisi ini tidak hanya menghambat distribusi logistik, tetapi juga memicu pemborosan BBM bersubsidi karena mesin kapal harus tetap menyala saat terombang-ambing di laut.
ASLI pun mendesak pemerintah untuk segera menambah dermaga baru dibanding membuang anggaran untuk penguapan subsidi energi.

















































