jpnn.com, JAKARTA - Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta makin mempertegas posisinya sebagai kawasan hunian terjangkau yang hidup dan produktif.
Tepat pada Jumat (30/1), HWB Purwakarta meresmikan Masjid Tajug Istimewa Nusantara, sebuah fasilitas religi yang menjadi simbol penguatan fungsi sosial dan spiritual bagi warga di dalam kawasan.
Acara peresmian dihadiri langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein didampingi Camat Bungursari Wita Gusrianita, Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin, serta Pembina Masjid & Yayasan Bakti Pertiwi Sejahtera KH. Mahfud Efendi. Hadir pula perwakilan manajemen HWB Purwakarta dan Lippoland.
"HWB Purwakarta bukan sekadar perumahan, melainkan kawasan hunian yang sudah berfungsi sejak awal. Fasilitas dasar, layanan keuangan, hingga pusat kebutuhan harian sudah beroperasi untuk menunjang kehidupan warga," kata Manajemen HWB Purwakarta dalam pernyataan resmi, Jumat (30/1).
Masjid yang berdiri di atas lahan 240 meter persegi ini mampu menampung hingga 150 jemaah.
Kehadirannya melengkapi ekosistem hunian yang sejak peluncurannya pada 6 Desember 2025 lalu.
"Kami berkomitmen menghadirkan lingkungan hidup yang aktif dan berkelanjutan, bukan sekadar perumahan murah," ungkapnya.
Hal itu menjadi bukti bahwa HWB Purwakarta menjawab tantangan kebutuhan rumah dengan harga mulai dari Rp98 juta dan status kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM).












































