Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Aktivitas Warga Banten

5 hours ago 21

Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Aktivitas Warga Banten

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi suasana dari cctv saat Gunung Anak Krakatau erupsi. (ANTARA/HO- dokumentasi PVMG)

jpnn.com - BANTEN - Hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mulai melanda kawasan pesisir Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu malam.

Sanan (42), warga Kampung Pasauran Satu, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka mengaku mengalami mata perih hingga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Hal itu disampaikan Sanan saat ditemui di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Sabtu malam.

Dia juga mengatakan paparan abu vulkanik mulai dirasakan menebal di sekitar pemukiman warga sejak pukul 17.00 WIB.

"Dari jam lima sore mulai banyak debu. Saya bawa motor di jalan mata pada sakit kalau tidak pakai helm. Ke badan juga menempel debunya, membuat tidak nyaman. Bahkan di depan rumah saya sudah banyak debu yang menempel di lantai," katanya.

Sanan menambahkan rentetan suara gemuruh dan getaran yang tidak kunjung berhenti sejak Jumat (4/9) malam mendorongnya berinisiatif mendatangi langsung Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Pasauran untuk memastikan kondisi keamanan gunung tersebut.

Kekhawatiran serupa turut dirasakan oleh Kepala SDN Pasir Menteng, Kecamatan Cinangka, Ajat Sudrajat.

Ajat sengaja mendatangi Pos PGA Anak Krakatau malam itu untuk memastikan secara langsung status dan kondisi gunung, guna mendapatkan informasi valid yang nantinya akan disampaikan kepada para siswa dan wali murid di sekolah.

Hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mulai melanda kawasan pesisir Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu malam.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |