jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hillary Brigitta Lasut, mengapresiasi kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghapus batasan usia maksimal bagi relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif untuk menciptakan peluang kerja yang inklusif di Indonesia.
Hillary menilai langkah tersebut sangat progresif karena menitikberatkan pada kesehatan fisik dan kompetensi, bukan sekadar angka di kartu identitas. Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan standar dunia profesional di negara-negara maju.
"Dengan kebijakan ini, saya yakin Indonesia akan jauh lebih maju karena kita mulai membuka peluang kerja yang inklusif tanpa diskriminasi usia," ujar Hillary saat diwawancarai awak media, Jumat (8/5).
Lebih lanjut, Hillary menekankan bahwa program MBG memiliki efek domino yang besar terhadap ketahanan ekonomi keluarga, khususnya di wilayah pedesaan.
Ia menyoroti bahwa banyak warga desa yang sangat bergantung pada pendapatan sebagai relawan untuk meningkatkan daya beli keluarga mereka.
Legislator muda ini menekankan bahwa program MBG bukan sekadar program kesehatan, melainkan instrumen vital bagi ketahanan ekonomi keluarga, terutama di wilayah pedesaan.
"Jika ada pembatasan usia, berisiko memutus rantai pendapatan keluarga yang selama ini terbukti mampu meningkatkan daya beli mereka secara signifikan," tambahnya.









































