jpnn.com - PADANG - Higgs Games Island (HGI) bersama Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengelar seminar edukatif bertajuk “Terjebak di Balik Layar", di Ballroom Hotel Santika, Padang, Selasa (12/5).
Acara ini dihadiri oleh beragam kalangan, termasuk mahasiswa dari Universitas Putra Indonesia Padang, Universitas Andalas, dan institusi pendidikan lainnya di Sumatera Barat.
Direskrimsus Polda Sumbar Kombes Andry Kurniawan menyatakan bahwa penanganan aktivitas digital ilegal tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum semata.
"Pencegahan tidak bisa dilakukan aparat penegak hukum saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan pelaku industri digital," kata Andry dikutip JPNN.com, Kamis (14/5).
Senada, ahli hukum ITE Ryan Abdisa Sukmadja menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital dalam membangun kesadaran masyarakat di era digital.
Ryan menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kritis adalah modal utama bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh sistem digital yang manipulatif dan merugikan.
"Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan," kata Ryan.
Sementara itu, Ray selaku perwakilan HGI mengungkapkan bahwa tantangan digital saat ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan teknologi. Diperlukan penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.











































