jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Indonesia Mandiri, Heikal Safar menyatakan sangat mendukung wacana maupun gagasan mengenai pemilihan kepala daerah tidak langsung.
Menurutnya, akan ada penghematan anggaran negara apabila gubernur dipilih langsung oleh presiden, serta bupati dan wali kota dipilih langsung oleh gubernur.
Heikal mengatakan hal itu didasarkan pada argumen penghematan biaya pilkada langsung yang memang sangat mahal.
"Pilkada langsung membutuhkan biaya yang signifikan, mencakup logistik, kampanye, pengawasan, dan pengamanan, yang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Oleh karena itu, saya mendukung gagasan ini," tutur Heikal di Jakarta.
Bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2029 tersebut mengatakan sangat memprihatinkan karena anggaran negara atau uang rakyat selalu dihambur - hamburkan setiap 5 tahun, padahal banyak program strategis nasional yang bisa dioptimalkan dari anggaran tersebut,
"Seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, transportasi gratis dan program lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya fakir miskin dan anak-anak terlantar wajib dipelihara oleh negara," imbuhnya.
Heikal menegaskan Indonesia ke depannya wajib menjadi negara maju. Syaratnya, seluruh rakyat Indonesia wajib bersatu dan berjuang membangun Indonesia dari segala potensi yang ada.
Oleh karena itu, sambungnya, diperlukan keseriusan semuanya pihak dengan tekat bulat bersatu untuk menyelamatkan uang negara melalui pilkada tak langsung.














































